Burung-burung di Angkasa

birdsites, birdtour, traveling, birdwatching etc..

Catatan burung 17 Mei 2008 Jalur JBR 2

Catatan burung 17 Mei 2008 Jalur JBR 2

Perjalanan kami (Wawan dan Udin) berangkat dari regol merapi (kinahrejo) setelah sebelumnya minum-minum teh dan makan snack pukul 8 lebih sedikit. Kami menempuh jalur yang dulu pernah digunakan untuk JBR (Jogja Bird Rescue) 2 di tahun 2005. Aku merasa menemui lebih banyak burung di lereng selatan merapi dalam perjalanan kali ini. Beberapa burung yang kami temui adalah burung-burung yang lama tak kulihat, misalnya saja Cicadaun sayapbiru (Chloropsis cochinchinensis), Serindit jawa (loriculus pussilus) dan Takur tulungtumpuk (Megalaima javensis). Kami melakukan perjalanan ke sana karena beberapa hari yang lalu ada laporan dari warga Kinahrejo tentang adanya sarang aktif yang dari keterangan yang kami dapat diidentifikasi sebagai sarang dari burung hantu ketupa (Ketupa ketupu). Setelah 1 jam perjalanan akhirnya kami sampai di bekas sarang Elang hitam (Ictinaetus malayensis) untuk JBR 2. Kami melihat pohon Dadap yang dulu dipakai bersarang si Elang hitam sudah kosong (tak ada sarang elang di sana). Kami mengamati sekeliling, berharap dapat menangkap aktifitas burung hantu ketupa yang kami cari, namun tak juga kami temui tanda-tandanya. Setelah sekitar 30 menit di sana, kami sudah mulai bosen dengan pencarian sarang, kemudian mulai tergoda untuk mengamati aktifitas burung yang lain. Kami baru menyadari ada banyak burung di sekitar sini. Cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), mereka selalu ramai bergerombol, Betet biasa (Psitacula alexandri) juga ramai, lalu seekor Takur tulungtumpuk yang sedari tadi berada di dahan pohon Puspa sekitar 7 meter di depan kami dan terus mengeluarkan suara. Suaranya yang keras dengan nada yang tetap tapi terus menerus, aku pikir suara itu mirip semacam musik suku-suku pedalaman yang sedang membuat upacara. Serindit Jawa yang aktif dan terbang cepat berpindah dari pohon yang satu ke pohon yang lain, ada 4 ekor sepanjang penglihatanku. Warna tunggirnya merah sekali, sangat cantik..beberapa kali mataku menangkap bentuk seperti betet biasa namun dalam ukuran mini ini. Aku sangat penasaran ingin memotret burung ini dengan ‘digiscoping’, namun pergerakan dia yang sangat dinamis benar-benar membuatku stress, sulit sekali, tak satupun foto Serindit jawa yang kuhasilkan. Burung-burung lain yang kami temui, yaitu Walet linci (Colocalia linchi), Cikrak daun (Phyloscopus trivirgatus), Sepah gunung (Pericrocotus miniatus), Munguk beledu (Sitta frontalis), Elang hitam, Burung Madu gunung (Aethopyga eximia), Kekep babi (Arthamus leucorynchus), Kacamata biasa (Zosterops palpebrosus), Perenjak Cokelat (Prinia polychroa), Sikatan belang (Ficedula westermanni), Cabai gunung (Dicaeum sanguinolentum), Cekakak jawa (Halcyon cyanoventris), Merbah cerukcuk (Pycnonotus gioavier), Gagak hutan (Corvus enca), Bentet kelabu (Lanius schach) dan Kepudang kudukhitam (Oriolus chinensis) serta Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus). Perjumpaan cepat dengan Takur bultok (Megalaima lineata) berupa sekelebat burung ‘hijau’ yang terbang kemudian masuk ke dalam tajuk pohon lalu bersuara keras khas Takur bultok. Aku juga mengidentifikasi burung-burung yang hanya terdengar suaranya saja seperti Wiwik kelabu (Cacomantis merulinus), Kangkok ranting (Cuculus saturatus), Tepus pipiperak (Stachyris melanothorac), Pelanduk semak (malaccocincla sepiarium) dan Elang ular bido (Spilornis cheela)    

Lampiran Identifikasi jenis

N

Catatan burung 17 Mei 2008 Jalur JBR 2

N

Catatan burung 17 Mei 2008 Jalur JBR 2