Burung-burung di angkasa3
Catatan burung 4 mei 2005
Pagi jam 9 kami tiba di lokasi sarang seekor Elang hitam (Ictinaetus malayensis), sarang aktif Elang hitam dengan anak umur sekitar 1,5 bulan dengan bulu bulu yang masih muda, tampak beberapa helai sisa-sisa bulu jarum di ujung tunggir mulai diganti dengan bulu ekor yang masih pendek (asumsi Liem), sarang dibangun di atas pohon dadap sepanjang + 25 Meter, dengan materi sarang mayoritas ranting-ranting pohon puspa, baik ranting dengan daun yang sudah kering maupun ranting dengan daun yang masih basah, plus sedikit campuran ranting dari pohon Pasang, ada juga lembaran-lembaran daun dadap yang kemungkinan berasal dari guguran pohon dadap tempat dia bersarang. Teramati aktifitas elang hitam membawa materi sarang dan sang induk yang tidak berani masuk ke sarang karena kemungkinan merasa terganggu dengan kehadiran para pengamat. Sang induk terlihat terbang memutari sarang, lalu perching di pohon sekitar sarang, sempat teramati perching di pohon pakis dan mengawasi si anak dari tempat dia bertengger. Sekitar pukul 11.00 WIB Sang Induk terlihat membawa tikus namun karena sangat terganggu dengan kehadiran kami, dia terlihat sangat enggan masuk ke dalam sarang sehingga dia hanya berputar-putar di sekitar sarang sambil membawa hasil buruannya. Kondisi tersebut bertahan sampai akhirnya kami meninggalkan area pengamatan. Elang hitam mempunyai ciri khas pada waktu terbang, dari bawah sayap yang terlihat panjang, hitam dengan sayap primer yang panjang sehingga terlihat menjari. Dia sering terlihat terbang menelusup rimbunnya vegetasi menghindari ranting-ranting dan dahan pohon yang menghalangi ruang geraknya. Elang ini paling dominan di hutan-hutan pegunungan di Pulau Jawa, sering melakukan gerakan akrobatik ‘undulating’ diatas puncak-puncak bukit.
Mei 3rd, 2008 at 7:20 pm
Elang hitam mempnyai sayap mencari yang sangat terlihat dibanding elang lain di merapi. hitam seluruh badan dan sayapnya.. dan seterusnya…blabla